Contoh Laporan Keuangan Sederhana dan Cara Membuatnya

Contoh Laporan Keuangan Sederhana dan Cara Membuatnya

Oleh Universitas Cakrawala

25 May 2024

Article Image

Laporan keuangan merupakan hal pokok yang perlu untuk dikerjakan oleh setiap perusahaan, laporan keuangan sangat penting di dalam dunia bisnis. Dengan menggunakan laporan keuangan perusahaan memiliki catatan keuangan yang valid sehingga dapat untuk dipertanggungjawabkan. Hal inilah mengapa laporan keuangan perlu untuk dipelajari dan diterapkan dengan baik. 

 

Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan di dalam sebuah perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Keberadaan laporan keuangan bisa digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan khususnya pada bidang keuangan. Ada banyak hal yang perlu kamu ketahui lebih dalam mengenai laporan keuangan, yuk simak penjelasan berikut!

 

Pengertian Laporan Keuangan 

Laporan keuangan merupakan informasi yang berisi catatan keuangan di dalam sebuah perusahaan, laporan ini menjadi bukti yang digunakan untuk melihat keadaan dari keuangan sebuah perusahaan. Laporan ini juga bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengatur strategi dan merencanakan proses atau langkah selanjutnya. Maka dari itu, laporan keuangan perlu untuk dicatat dengan akurat dan benar artinya pencatatan harus dilakukan dengan teliti dan sesuai dengan kondisi perusahaan. 

Laporan ini terdiri dari catatan keuangan ada pada periode tertentu atau bisa disebut dengan periode akuntansi. Pembuatan laporan ini dilakukan saat periode tertentu yang telah memasuki akhir waktu seperti contohnya akhir tahun. Setiap perusahaan memiliki memiliki periode akuntansi yang berbeda, sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan dari perusahaan, contohnya setiap akhir tahun atau tiga bulan sekali untuk membuat laporan keuangan. 

 

Jenis-Jenis Laporan Keuangan 

  1. Laporan keuangan arus kas

Laporan keuangan perusahaan yang pertama yaitu laporan arus kas, laporan ini terdiri dari berbagai catatan yang membahas tentang arus masuk dan keluar keuangan di perusahaan, atau biasa disebut dengan cash flow. Dalam laporan ini, berbagai transaksi dicatat, komponen yang harus ada dalam laporan ini yaitu arus kas kegiatan investasi, arus kegiatan bisnis, dan juga arus kas dalam kegiatan pendanaan. Laporan ini dapat menjadi indikator dalam berbagai periode yang akan datang, selain itu laporan ini menjadi bukti valid untuk mempertanggungjawabkan semua uang yang masuk dan juga keluar dari perusahaan. 

  1. Laporan keuangan neraca

Laporan keuangan neraca merupakan bentuk laporan keuangan yang berisikan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal dari perusahaan (ekuitas) tertentu. Jumlah kekayaan (harta) bisa disajikan dalam sisi aktiva, sedangkan untuk jumlah kewajiban dan modal dapat disajikan dalam pasiva. Jumlah aktiva dan pasiva harus sama atau disebut dengan balance sheet. Tujuan dari penyusunan laporan keuangan ini yaitu untuk menjelaskan bagaimana kondisi finansial dari suatu perusahaan, khususnya ketika dilakukan pada akhir tahun atau saat buku ditutup. Terlebih ketika penyusunan jenis keuangan neraca didasarkan terhadap bentuk yang sudah distandarisasi. 

  1. Laporan keuangan laba rugi 

Pada laporan laba rugi terdiri dari informasi mengenai hasil usaha dari perusahaan pada periode tertentu. Laporan nantinya menjelaskan beberapa jumlah pendapatan yang bisa dikeluarkan, sehingga bisa tahu apakah perusahan mendapatkan laba atau rugi. Dalam jenis laporan keuangan ini, jumlah pendapatan dan biaya akan ada selisih ketika dikurangkan. Jika jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah biaya, maka perusahaan bisa dianggap berada dalam kondisi untung.  

  1. Laporan Arus Kas

Laporan keuangan ini menjelaskan adanya arus kas masuk dan keluar yang terjadi di perusahaan. Arus kas masuk bisa berupa pendapatan, pinjaman yang dilakukan pihak lain, sementara arus kas keluar berupa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan termasuk pembayaran biaya operasional perusahaan. Laporan arus kas ini disusun dengan membandingkan antara neraca di awal periode dengan neraca di akhir periode, tentunya dengan menggunakan pos kunci yang terdapat pada laporan laba rugi. 

 

Fungsi utama dari jenis laporan keuangan ini yaitu sebagai alat verifikasi guna mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan kas. Selain itu, laporan arus kas ini bisa dimanfaatkan untuk menilai logis tidaknya hubungan saldo kas di laporan neraca dengan posisi laba rugi. 

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana 

Cara membuat laporan keuangan sederhana membutuhkan beberapa tahap, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun laporan keuangan. 

  1. Konsisten membuat buku catatan pengeluaran dan pemasukan 

Laporan keuangan tidak dapat dibuat dengan sekejap tanpa adanya pengumpulan data yang valid. Maka dari itu, sejak awal transaksi sebaiknya kamu mengisi buku catatan pengeluaran (kredit) dan pemasukan (debit). Sekecil apapun untuk pengeluaran atau pemasukan, tidak luput untuk memasukkannya ke dalam buku kas utama. 

 

  1. Menyiapkan data dari buku kas utama 
    Membuat laporan keuangan sederhana, kamu juga membutuhkan data pengeluaran dan pemasukan dari buku kas utama. Menyiapkan semua data lalu disesuaikan dengan kebutuhan laporan. Contohnya perusahaan ingin membuat laporan kuartal sampai 30 April, maka kamu perlu mengumpulkan data kas utama pada bulan Januari, Maret, dan April. 
  2. Menyiapkan data dari buku stok barang 

Jika perusahaan bergerak pada bidang manufaktur, maka kamu juga harus menghitung sisa dari stok barang yang ada di gudang. Terdapat dua cara menghitung stok barang yaitu dengan menggunakan metode First-IN First-In-First-Out (FIFO) dan Last-In-First-Out (LIFO).

  1. Mempersiapkan data inventaris barang perusahaan

    Selain stok barang terdapat hal lain yang perlu dicantumkan yaitu laporan keuangan yang merupakan data depresiasi inventaris perusahaan. Setiap perusahaan memiliki peralatan dan perlengkapan guna menjalankan operasional. Dalam hal ini setiap kerusakan atau pembelian baru wajib dimasukkan ke dalam laporan keuangan. 

Contoh laporan keuangan sederhana

Pada usaha untuk mengembangkan perusahaan, biasanya akan terjalin kesepakatan dengan para investor.  Maka dari itu, perusahaan juga perlu untuk membuat laporan keuangan laba rugi guna mengetahui keuntungan bersih yang sudah didapatkan setiap bulannya. Pada laporan laba rugi juga membuat kerugian yang dialami oleh perusahaan, dari hasil laporan tersebut perusahaan dapat melakukan evaluasi guna mengurangi kerugian kedepannya. Tujuannya tidak lain agar keuangan perusahaan bisa terus stabil dan bisa dikelola dengan baik. Berikut ini, contoh laporan laba rugi sederhana. 

contoh laporan keuangan

         Sumber: Biteship.com

 

Dengan adanya laporan keuangan perusahaan, kamu bisa mengetahui berapa banyak laba dan rugi yang didapat perusahaan dalam satu periode. Oleh sebab itu, laporan keuangan perusahaan merupakan hal penting yang perlu dikerjakan dengan akurat. Untuk kamu yang ingin melanjutkan jenjang dalam keuangan, Cakrawala University sangat cocok. Cakrawala University juga memberikan pembelajaran tentang  digital marketing, big data, desain website, manajemen inovasi, dan cara mentransformasikan dunia bisnis masa kini!

Jadi tunggu apalagi sekarang juga daftarkan diri kamu untuk menjadi mahasiswa di Cakrawala University!

 

Baca Juga :

Register Banner

Share

Berita Terkait

Simak di Sini Apa Saja Mata Kuliah Bisnis Digital

Universitas Cakrawala

01 November 2023

Mengenal Lebih Dekat Jurusan Sistem Informasi dan Prospek Kerjanya

Universitas Cakrawala

07 November 2023

Kuliah Kelas Karyawan: Definisi, Jadwal, Biaya, dan Jurusan

Universitas Cakrawala

07 November 2023

Bisnis Digital : Definisi, Konsep, Contoh, dan Peluangnya

Rahmawati

07 November 2023

Kuliah Kelas Karyawan di Jakarta - Cakrawala University

Universitas Cakrawala

13 November 2023

Ini Perbedaan Institut, Universitas, Sekolah Tinggi dan Politeknik Agar Tidak Tertukar

Universitas Cakrawala

13 November 2023

10 Prospek Karier Ilmu Komputer, Gajinya Menjanjikan

Universitas Cakrawala

05 March 2025

Jurusan Manajemen Keuangan: Mata Kuliah, Prospek Kerja, Gaji

Universitas Cakrawala

12 March 2025

10 Prospek Kerja Jurusan Sains Data dengan Gaji Tinggi!

Universitas Cakrawala

14 November 2023

Hard Skill dan Soft Skill : Perbedaan, Contoh dan Tips Meningkatkannya

Universitas Cakrawala

14 November 2023

Brainstorming : Pengertian, Tujuan, Contoh serta Cara Melakukannya

Universitas Cakrawala

16 November 2023

10 Prospek Kerja dan Gaji Lulusan Bisnis Digital

Universitas Cakrawala

18 November 2023

Daftar Mata Kuliah S1 Sistem Informasi Universitas Cakrawala? Cek Disini!

Rahmawati

27 February 2025

Teknologi Digital : Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Universitas Cakrawala

18 November 2023

Blended Learning : Pengertian, Manfaat dan Tahapannya

Universitas Cakrawala

16 November 2023

Apa Itu Marketing Analysis, Tugas hingga Jenjang Karirnya dan Gajinya

Universitas Cakrawala

15 November 2023

Digital Literacy : Pengertian, Contoh, dan Cara Meningkatkannya

Universitas Cakrawala

15 November 2023

Apa Itu Transformasi Digital, Fungsi dan Contoh Penerapannya

Universitas Cakrawala

15 November 2023

Apa Itu Analis Keuangan, Tugas, Gaji dan Skill yang Harus Dimiliki

Universitas Cakrawala

14 November 2023

Apa Itu Manajemen Keuangan, Prinsip dan Fungsinya

Universitas Cakrawala

15 November 2023

10 Prospek Kerja Manajemen Keuangan dengan Gaji Menjanjikan!

Rahmawati

17 November 2023

Apa Itu Digital Marketing? Ini Definisi, Manfaat, hingga Toolsnya

Alifia Kamila

14 November 2023

Digital Marketer : Tugas, Prospek Kerja, Jenjang Karir, dan Gaji

Universitas Cakrawala

16 November 2023

Auditor Adalah: Pengertian, Kode Etik, Jenis-jenis dan Tugasnya

Universitas Cakrawala

15 November 2023

Wajib Tahu, Ini Dia Manfaat Teknologi Informasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Universitas Cakrawala

18 November 2023

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.