Jurusan Manajemen Operasional: Info Kuliah, Prospek, dan Skill

Jurusan Manajemen Operasional: Info Kuliah, Prospek, dan Skill

Digital Business
Tayang 28 March 2025
Diperbarui 28 March 2025
Waktu Baca 10 Minutes

Sudah Direview Oleh Najla Claryssa, MBA

Ditulis oleh

Alifia Kamila

Sektor operasional punya peran penting bagi dunia bisnis, lho! Tanpa pengelolaan operasional yang efektif, perusahaan dapat mengalami penurunan efisiensi dan produktivitas.

Data menunjukkan bahwa kebutuhan akan profesional di bidang manajemen operasional terus meningkat. Misalnya, di Amerika Serikat, Bureau of Labor Statistics memproyeksikan pertumbuhan pekerjaan manajer operasional bisnis sebesar 9,4% antara 2020 dan 2030.

Meskipun data spesifik untuk Indonesia belum tersedia, tren global ini menunjukkan peluang karier yang menjanjikan, terutama bagi lulusan dari Jurusan Manajemen Operasional.

Makanya, artikel ini bakal bahas lebih lanjut tentang jurusan Manajemen Operasional. Mulai dari definisi, mata kuliah, skill, hingga prospek kerja di masa mendatang. 

Buat kamu yang tertarik sama jurusan ini, jangan lupa simak penjelasannya sampai akhir!

Apa Itu Jurusan Manajemen Operasional?

Jurusan Manajemen Operasional adalah bidang studi yang berfokus pada bagaimana sebuah bisnis atau organisasi mengelola proses produksi dan layanan secara efisien. 

Kamu nantinya belajar tentang merancang, mengontrol, dan meningkatkan sistem operasional agar perusahaan dapat bekerja dengan optimal. 

Selama ini, masih banyak yang menganggap kalau bidang operasional hanya terbatas pada industri manufaktur. Padahal, manajemen operasional juga berperan penting dalam sektor jasa, seperti perbankan, logistik, kesehatan, dan teknologi.

Sebagai mahasiswa Manajemen Operasional, kamu didorong untuk menguasai keahlian berpikir analitis dan problem-solving

Soalnya, kamu akan dihadapkan dengan tantangan soal penerapan sistem operasional dengan biaya yang lebih rendah, waktu yang lebih cepat, dan kualitas yang lebih baik.

Di era meningkatnya persaingan bisnis dan perkembangan teknologi, perusahaan semakin menekankan pentingnya manajemen operasional yang efektif. Nggak heran kalau ulusan jurusan ini punya peluang besar untuk bekerja di berbagai industri.

Kenapa Pilih Jurusan Manajemen Operasional?

Jurusan Manajemen Operasional punya banyak keuntungan, terutama buat kamu yang suka mengelola proses bisnis dan mencari solusi efisien dalam dunia industri. 

Masih ragu pilih jurusan ini? Kamu bisa cek beberapa alasan kenapa jurusan Manajemen Operasional layak dipertimbangkan sebagaimana berikut ini:

  • Prospek Kerja Luas – Hampir semua industri butuh tenaga ahli yang bisa memastikan operasional berjalan lancar dan efisien. Jadi, peluang kerja buat lulusan jurusan ini sangat terbuka.
  • Peran yang Krusial dalam Bisnis – Manajemen operasional bukan sekadar tentang produksi barang, tapi juga strategi bagaimana bisnis bisa berjalan lebih efektif. Tanpa sistem operasional yang baik, perusahaan bisa mengalami kerugian besar.
  • Cocok Buat yang Suka Problem-Solving – Jurusan ini bisa jadi pilihan yang tepat buat kamu yang suka belajar bagaimana menyusun strategi tepat agar bisnis lebih kompetitif.
  • Jenjang Karier Jelas – Lulusan manajemen operasional bisa berkembang dari posisi staf operasional hingga level manajerial, seperti Operations Manager, Supply Chain Manager, hingga Chief Operating Officer (COO).
  • Gaji Kompetitif – Banyak perusahaan besar menawarkan gaji yang menarik buat profesional di bidang manajemen operasional. Menurut Glassdoor, seorang Operations Manager di Indonesia bisa mendapatkan gaji sekitar Rp10-29 juta per bulan.
  • Relevan dengan Tren Industri 4.0 – Jurusan ini membekali kamu dengan pemahaman tentang teknologi operasional yang makin banyak digunakan di perusahaan.
  • Skill yang Aplikatif – Ilmu yang dipelajari di jurusan ini nggak hanya berguna di dunia kerja, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan waktu, perencanaan strategis, dan pengambilan keputusan berbasis data.

banner bisdig

Mata Kuliah Jurusan Manajemen Operasional

Jurusan Manajemen Operasional biasanya dikenal sebagai program studi jenjang S1. Itu berarti durasi kuliahnya sekitar 4 tahun atau 8 semester. 

Sepanjang perkuliahan, mahasiswa akan belajar berbagai aspek operasional bisnis, mulai dari manajemen produksi, logistik, hingga analisis data untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.

Nggak bisa dipungkiri kalau setiap kampus pasti menerapkan kurikulum yang berbeda. Akan tetapi, kamu tetap bisa memperoleh gambaran besar dari mata kuliah yang dipelajari sebagaimana berikut ini!

Semester 1

  • Pengantar Manajemen
  • Pengantar Ekonomi Mikro
  • Akuntansi Dasar
  • Matematika Bisnis
  • Pengantar Teknologi Informasi

Semester 2

  • Ekonomi Makro
  • Manajemen Produksi dan Operasi
  • Statistik Bisnis
  • Etika Bisnis
  • Manajemen Sumber Daya Manusia

Semester 3

  • Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)
  • Manajemen Kualitas
  • Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan
  • Teknik Simulasi dan Optimasi
  • Manajemen Risiko Operasional

Semester 4

  • Sistem Informasi Manajemen
  • Manajemen Logistik
  • Lean Management
  • Pengendalian Proyek Operasional
  • Manajemen Biaya dan Anggaran

Semester 5

  • Digitalisasi Operasional dan Otomatisasi
  • Manajemen Strategis
  • Riset Operasional
  • Manajemen Keuangan untuk Operasional
  • Business Process Reengineering

Semester 6

  • Analisis Data untuk Manajemen Operasional
  • Inovasi dan Efisiensi dalam Produksi
  • Manajemen Keberlanjutan Operasional
  • Kepemimpinan dalam Operasional
  • Manajemen Krisis dan Mitigasi Risiko

Semester 7

  • Praktik Kerja Lapangan (Magang)
  • Manajemen Operasi Global
  • Audit dan Evaluasi Operasional
  • Strategi Lean dan Agile dalam Bisnis
  • Perancangan Sistem Operasi

Semester 8

  • Skripsi / Tugas Akhir
  • Seminar Manajemen Operasional

Baca Juga: Rekomendasi 7 Jurusan yang Cocok untuk Kepribadian Ambivert

Prospek Kerja dan Gaji Lulusan Manajemen Operasional

prospek kerja jurusan manajemen operasional

Sumber: Freepik

 

Seperti yang sudah sempat disinggung, lulusan Manajemen Operasional punya peluang karier yang luas karena setiap perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengelola sistem produksi, rantai pasok, dan efisiensi operasional. 

 

Kebutuhan terhadap ahli profesional di bidang ini diprediksi terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri manufaktur, logistik, dan e-commerce.

 

Penasaran apa saja peluang karier lulusan Manajemen Operasional? Berikut adalah beberapa prospek kerja beserta gaji dan tugasnya!

1. Operations Manager

Operations Manager menjadi profesi yang paling banyak dicari oleh lulusan Manajemen Operasional. Ini sejalan sama data dari Bureau of Labor Statistics yang mengungkapkan kalau kebutuhan Operations Manager meningkat 5,8 persen dari 2023 hingga 2033. 

Sebagai Operations Manager, kamu bertanggung jawab memastikan semua proses operasional di perusahaan berjalan efisien dan sesuai target. 

Ada beberapa keterampilan yang perlu kamu kuasai supaya bisa menjalankan tugas dengan baik, seperti perencanaan produksi, manajemen sumber daya, dan pemecahan masalah.

Gaji untuk Operations Manager bervariasi tergantung perusahaan dan pengalaman kerja. Rata-ratanya bisa menyentuh Rp10.000.000 - Rp29.000.000 per bulan dengan tanggung jawab berikut ini:

  • Mengawasi dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
  • Mengelola tim dan memastikan target operasional tercapai.
  • Menyusun strategi optimasi proses produksi atau layanan.
  • Memantau anggaran dan biaya operasional.
  • Mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi berbasis data.

2. Supply Chain Analyst

Seperti namanya, Supply Chain Analyst berperan dalam menganalisis dan mengoptimalkan rantai pasok agar lebih efisien. 

Posisi ini banyak dibutuhkan di sektor manufaktur, logistik, dan e-commerceWorld Economic Forum mengungkapkan kalau pekerjaan di bidang Supply Chain juga mendorong pertumbuhan lapangan kerja. 

Sebagai Supply Chain Analyst, kamu harus paham soal analisis data, forecasting, dan pemahaman sistem ERP (Enterprise Resource Planning).

Untuk pemula, Supply Chain Analyst punya kesempatan mengantongi gaji berkisar Rp7.000.000. Sementara, posisi senior bisa memperoleh pendapatan Rp11.000.000 dan terus bertambah seiring dengan meningkatnya pengalaman dan keahlian. 

Menarik banget, kan? Buat yang tertarik menjalani karier sebagai Supply Chain Analyst, kamu bisa cek beberapa tugasnya berikut ini:

  • Menganalisis efisiensi rantai pasok dan mencari cara untuk mengoptimalkannya.
  • Memantau ketersediaan bahan baku dan stok produk.
  • Menggunakan data dan teknologi untuk memperkirakan permintaan pasar.
  • Berkoordinasi dengan pemasok dan distributor untuk memastikan kelancaran logistik.
  • Mengembangkan strategi pengurangan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas.

3. Production Planner

Production Planner bertanggung jawab atas perencanaan produksi agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan kapasitas perusahaan. 

Makanya, profesi ini punya kedudukan yang penting dalam sebuah bisnis, terutama di sektor manufaktur dan agribisnis. Tanpa kehadiran Production Planner, perusahaan bakal susah buat menjalankan proses produksi sesuai rencana. 

Supaya sukses di bidang ini, kamu perlu kemampuan yang meliputi perencanaan strategis, pemahaman supply chain, dan kemampuan manajemen waktu.

Gaji yang diterima Production Planner berada di kisara Rp5.000.000 sampai Rp9.000.000 per bulan. Sebagai Production Planner, kamu punya beberapa tanggung jawab sebagaimana berikut ini:

  • Menyusun jadwal produksi berdasarkan permintaan pelanggan.
  • Menghitung kebutuhan bahan baku dan tenaga kerja.
  • Memantau progres produksi agar sesuai target.
  • Mengelola hubungan dengan pemasok dan vendor.
  • Menggunakan software perencanaan produksi untuk efisiensi operasional.

4. Logistics Coordinator

Prospek selanjutnya yang nggak kalah menarik adalah Logistics Coordinator. Tanggung jawabnya memastikan distribusi barang dari gudang hingga ke pelanggan berjalan lancar. 

 

Posisi ini banyak dibutuhkan di sektor e-commerce, retail, dan manufaktur yang berhubungan langsung sama logistik. 

 

Berhubungan langsung dengan bidang logistik itu bukan hal mudah, lho! Kamu harus memastikan proses distribusi dari suatu barang berjalan aman. Maka dari itu, kamu perlu menguasai beberapa keterampilan, yakni koordinasi logistik, negosiasi, dan pemecahan masalah.

 

Kalau soal gaji, Logistics Coordinator bisa memperoleh pendapatan rata-rata Rp6.000.000 sampai Rp15.000.000 setiap bulannya. Sementara, tugas utamanya seperti berikut ini:

  • Mengatur pengiriman barang dari gudang ke pelanggan atau toko.
  • Berkoordinasi dengan penyedia jasa logistik untuk memastikan efisiensi pengiriman.
  • Memantau biaya pengiriman dan mencari cara untuk menguranginya.
  • Menyusun laporan logistik dan evaluasi kinerja pengiriman.
  • Mengelola sistem pelacakan barang untuk memastikan akurasi inventaris.

5. Quality Control (QC) Supervisor

Rekomendasi peluang karier terakhir yang bisa kamu jalani adalah Quality Control (QC) Supervisor. Tugasnya memastikan bahwa produk atau layanan memenuhi standar kualitas sebelum sampai ke pelanggan. 

Posisi ini penting banget di industri makanan, farmasi, otomotif, dan manufaktur lainnya. Kehadiran QC Supervisor bisa membantu perusahaan terhindar dari keluhan pelanggan karena kualitas produk yang tidak sesuai standar. 

Sebagai QC Supervisor, kamu harus paham secara mendalam mengenai standar kualitas, inspeksi produk, dan analisis data.

Nominal gaji QC Supervisor rata-rata ada di angka Rp5.000.000 sampai Rp9.000.000 dengan menjalankan tugas sebagaimana berikut:

  • Mengawasi proses produksi untuk memastikan produk sesuai standar kualitas.
  • Mengidentifikasi cacat produksi dan mencari solusi perbaikan.
  • Melakukan audit kualitas secara berkala.
  • Melatih tim produksi dalam penerapan standar kualitas.
  • Membuat laporan evaluasi kualitas dan menyusun rekomendasi perbaikan.

Pengetahuan dan Skill yang Didapatkan Jurusan Manajemen Operasional

Selama kuliah di jurusan Manajemen Operasional, ada banyak keterampilan yang akan kamu pelajari, mulai dari keterampilan teknis hingga keterampilan interpersonal yang akan menunjang kariermu di masa depan. Yuk, simak apa saja skill yang bisa kamu dapatkan di jurusan ini!

Hard Skill yang Didapatkan di Jurusan Manajemen Operasional

Di dunia kerja, lulusan Manajemen Operasional harus memahami cara mengelola proses bisnis agar berjalan efisien dan produktif. Oleh karena itu, ada beberapa keterampilan teknis atau hard skills yang wajib dikuasai.

  • Analisis Efisiensi Operasional – Kamu akan belajar cara mengidentifikasi permasalahan, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan output dengan sumber daya yang ada
  • Supply Chain Management – Kamu bakal mempelajari cara mengelola aliran barang dan jasa dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan produksi, distribusi, hingga pengelolaan vendor dan supplier.
  • Lean Manufacturing & Six Sigma – Teknik ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi dengan mengurangi kesalahan dan pemborosan. 
  • Perencanaan dan Pengendalian Produksi – Keterampilan ini berhubungan dengan merancang strategi produksi agar sesuai dengan permintaan pasar, termasuk manajemen stok, estimasi kebutuhan bahan baku, dan optimalisasi proses produksi.
  • Manajemen Risiko Operasional – Kamu juga akan dibekali dengan keterampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko operasional agar bisnis tetap berjalan lancar.
  • Enterprise Resource Planning (ERP) – Sistem ERP, seperti SAP atau Oracle, membantu perusahaan dalam mengintegrasikan berbagai aspek bisnis, mulai dari keuangan, produksi, hingga SDM. 
  • Pemodelan dan Simulasi Operasional – Kamu memahami lebih dalam tentang membuat model simulasi untuk memprediksi dampak perubahan dalam sistem operasional sebelum diterapkan di dunia nyata.

Soft Skill yang Didapatkan di Jurusan Manajemen Operasional

Selain keterampilan teknis, soft skill juga penting untuk mendukung keberhasilanmu di dunia kerja.

  • Problem-Solving – Dalam dunia operasional, masalah bisa muncul kapan saja. Kemampuan menganalisis situasi, mencari solusi kreatif, dan mengambil keputusan yang tepat sangat dibutuhkan di bidang ini.
  • Leadership & Teamwork – Kemampuan memimpin dan bekerja sama dengan orang lain sangat krusial untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
  • Time Management – Mengelola berbagai aspek operasional membutuhkan manajemen waktu yang baik agar setiap proses bisa berjalan sesuai jadwal dan tidak ada keterlambatan yang merugikan perusahaan.
  • Komunikasi Efektif – Dalam dunia operasional, kamu akan berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk vendor, karyawan, dan manajemen. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantumu menyampaikan informasi secara jelas dan efektif.
  • Critical Thinking – Kamu harus mampu berpikir kritis untuk mengevaluasi strategi operasional dan menemukan cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi.
  • Adaptasi Teknologi – Banyak perusahaan mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, kamu harus siap beradaptasi dengan sistem baru, seperti otomatisasi produksi atau analisis data berbasis AI.
  • Negosiasi & Manajemen Konflik – Kemampuan menyelesaikan konflik dan bernegosiasi secara efektif akan sangat berguna di dunia kerja.

Gelar Lulusan Manajemen Operasional

Lulusan jurusan Manajemen Operasional akan mendapatkan gelar Sarjana Manajemen (S.M.) setelah menyelesaikan jenjang pendidikan S1. 

Program studi ini umumnya ditempuh dalam 4 tahun atau 8 semester, dengan total 144–150 SKS, termasuk mata kuliah wajib dan pilihan.

Gelar ini membuka banyak peluang karier di berbagai sektor industri, seperti manufaktur, logistik, retail, hingga teknologi. 

Dengan kombinasi keterampilan analitis dan manajerial yang kuat, lulusan Manajemen Operasional bisa berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi bisnis dan memaksimalkan profitabilitas perusahaan.

Apakah Jurusan Manajemen Operasional Sulit?

Jurusan Manajemen Operasional bisa dibilang punya tantangan tersendiri, tapi bukan berarti sulit kalau kamu punya minat di bidang bisnis dan efisiensi proses. 

Salah satu hal yang membuatnya menantang adalah kombinasi antara analisis data, strategi bisnis, dan pemecahan masalah secara cepat. Selain itu, mahasiswa juga harus memahami berbagai teknik optimasi agar bisnis bisa berjalan lebih efektif. 

Tapi, jangan khawatir! Semua konsep ini diajarkan secara bertahap. Jadi selama kamu aktif belajar dan praktik, pasti bisa menguasainya.

Selama punya semangat belajar dan bisa mengelola waktu dengan baik, Manajemen Operasional justru bisa jadi jurusan yang seru dan penuh tantangan positif!

Baca Juga: Mata Kuliah Jurusan Manajemen Bisnis, Ini Daftar Lengkapnya

Tertarik Sama Bidang Manajemen? Saatnya Gabung Cakrawala University!

Itu tadi penjelasan tentang jurusan Manajemen Operasional yang keahliannya semakin banyak dibutuhkan oleh perusahaan. 

 

Kabar baiknya, Cakrawala University siap mendukung minat kamu terhadap bidang manajemen melalui program S1 Bisnis Digital

 

Nggak cuma memperdalam keterampilan di bidang manajemen, jurusan ini juga mengajak kamu untuk belajar beragam mata kuliah lain berkaitan dengan dunia bisnis. 

 

Mulai dari Pengantar Manajemen dan Bisnis Digital, Akuntansi Biaya dan Manajerial, serta Manajemen Inovasi dan Pengembangan Produk dengan menerapkan kurikulum berbasis industri dan bimbingan dari dosen praktisi

 

Menariknya lagi, ada Program 1 Tahun Fokus yang membuka kesempatan untuk memperdalam teori di kelas selama 3 tahun, dilanjutkan dengan 1 tahun terakhir untuk magang atau proyek bersama perusahaan mitra. 

 

Kamu pun nggak perlu khawatir soal peluang karier setelah lulus. Cakrawala University punya Program Penyaluran Kerja dengan 840+ mitra yang meningkatkan peluang untuk mendapat pekerjaan usai menyelesaikan program studi. 

 

Tunggu apa lagi? Yuk, menjadi bagian dari Cakrawala University dan lakukan konsultasi lebih lanjut di sini.

 

Referensi

  1. What is Operations Management [Buka]
  2. Salary: Operations Manager in Indonesia 2025 [Buka]
  3. Business Operations Manager [Buka]
  4. Future of Jobs Repost 2023: Up to a Quarter of Jobs Expected to Change in Next Five Years [Buka]
  5. Salary: Supply Chain Analyst in Jakarta, Indonesia 2025 [Buka]
  6. Production Planning and Inventory Control [Buka]
  7. Salary: Logistics Coordinator in Indonesia 2025 [Buka]
  8. Salary: Quality Control Supervisor in Jakarta, Indonesia 2025 [Buka]
Banner Picture

Kategori:

Digital Business

Cakrawala

Share

Penulis

Alifia Kamila

Alifia adalah seorang lulusan Bahasa dan Sastra Inggris yang menaruh minat mendalam di bidang kepenulisan. Sebagai SEO Content Writer Cakrawala University, Alifia menulis berbagai konten berkaitan dengan pendidikan, karier, dan pengembangan diri.

Reviewer Expert

Najla Claryssa, MBA

Najla Claryssa, MBA, merupakan Kepala Program Studi Jurusan Bisnis Digital di Universitas Cakrawala. Sebelumnya, ia merupakan bagian dari Tim Strategi Global di TikTok (ByteDance), dengan tanggung jawab dalam perumusan strategi bisnis di Asia Tenggara. Ia juga memiliki pengalaman di bidang Business Strategy & Business Analysis di Shopee serta Grup GO-TO, serta berperan sebagai advisor manajemen dalam berbagai proyek pengembangan perusahaan teknologi. Najla merupakan lulusan University of New South Wales, Sydney, dengan latar belakang akademik yang mendukung keahliannya di dunia bisnis digital.

Logo Cakrawala Black

Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

© 2023 Cakrawala University. All Rights Reserved.