Sektor logistik punya peran besar dalam memastikan barang dan jasa sampai ke tangan konsumen dengan efisien. Apalagi, kehadiran industri ini semakin krusial seiring meningkatnya budaya belanja online di era digital dan globalisasi saat ini.
Di Indonesia, industri logistik nasional akan meningkat sebanyak 12,53 persen sepanjang 2025. Angka ini melonjak dari tahun lalu yang diproyeksikan bisa mencapai 9,52 persen.
Peningkatan ini pastinya membuka peluang besar bagi para profesional di bidang logistik. Nah, buat kamu yang masih bingung pilih jurusan kuliah, jurusan Manajemen Logistik bisa banget untuk dipertimbangkan.
Berkembangnya kebutuhan sektor logistik tentu berjalan seiringan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang ini.
Makanya, artikel ini akan membahas tuntas tentang jurusan Manajemen Logistik, mulai dari pengertian, mata kuliah, hingga peluang kariernya. Yuk, simak sampai habis untuk mendapat gambaran lengkap tentang jurusan ini!
Apa Itu Jurusan Manajemen Logistik?
Jurusan Manajemen Logistik adalah program studi yang berfokus pada perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan rantai pasok (supply chain) agar distribusi barang dan jasa berjalan lancar, efisien, serta tepat waktu.
Sebagai mahasiswa Manajemen Logistik, kamu akan belajar lebih dalam tentang bagaimana mengoptimalkan proses penyimpanan, pengangkutan, distribusi, hingga pengelolaan inventaris dalam berbagai sektor industri.
Apalagi, logistik bukan hanya soal mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain. Di era globalisasi, sistem logistik melibatkan teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Lulusan Manajemen Logistik nantinya bisa bekerja di berbagai sektor, mulai dari perusahaan e-commerce, manufaktur, ekspor-impor, hingga transportasi dan pergudangan.
Kenapa Harus Pilih Jurusan Manajemen Logistik?
Jurusan Manajemen Logistik bukan sekadar tentang mengirim barang dari titik A ke titik B. Di balik setiap produk yang sampai ke tangan konsumen, ada sistem logistik yang kompleks dan membutuhkan tenaga profesional untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
Terlebih, sektor logistik juga tengah berkembang pesat, terutama dengan pertumbuhan e-commerce dan perdagangan global. Ini menjadi salah satu di antara beberapa alasan kalau jurusan Manajemen Logistik bisa kamu pertimbangkan
Biar makin yakin, berikut sejumlah alasan lain kenapa kamu harus pilihan program studi ini.
- Industri Terus Berkembang – Bisnis online, manufaktur, dan ekspor-impor makin maju dan membutuhkan tenaga ahli di bidang logistik. Dengan pertumbuhan e-commerce yang pesat, permintaan akan profesional logistik terus meningkat.
- Peluang Karier Luas – Lulusan jurusan ini bisa bekerja di berbagai sektor, mulai dari retail, manufaktur, ekspedisi, hingga perusahaan multinasional yang memiliki sistem rantai pasok global.
- Gaji yang Kompetitif – Banyak posisi di bidang logistik yang menawarkan gaji menarik. Misalnya, seorang Supply Chain Analyst bisa mendapatkan gaji hingga Rp11 juta per bulan.
- Peran Penting dalam Ekonomi – Logistik adalah tulang punggung perdagangan global. Tanpa manajemen rantai pasok yang baik, distribusi barang akan terhambat, yang berdampak pada ekonomi suatu negara.
- Banyak Dibutuhkan di Era Digital – Digitalisasi di sektor logistik berkembang pesat, terutama dengan penggunaan AI, Big Data, dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi pengiriman dan distribusi barang.
- Skill yang Aplikatif – Lulusan jurusan ini menguasai banyak keterampilan seperti manajemen rantai pasok, analisis data, pemanfaatan software logistik, serta negosiasi dengan vendor dan pemasok. Semua keahlian ini bisa diterapkan di berbagai industri.
- Bisa Berkarier di Luar Negeri – Sistem logistik berskala global membuka peluang kerja di luar negeri, baik di perusahaan multinasional maupun sebagai spesialis logistik di sektor ekspor-impor.
Mata Kuliah Jurusan Manajemen Logistik
Mahasiswa jurusan Manajemen Logistik akan mempelajari berbagai aspek dalam rantai pasok, mulai dari manajemen gudang hingga strategi distribusi berbasis teknologi.
Namun, kamu perlu tahu kalau setiap kampus bisa saja menerapkan kurikulum dan mata kuliah yang bervariasi. Supaya kamu punya gambaran, berikut beberapa mata kuliah yang umum ditemui di jurusan Manajemen Logistik dari semester 1 hingga 8:
Semester 1
- Pengantar Manajemen Logistik
- Matematika Ekonomi dan Bisnis
- Statistika Dasar
- Komunikasi Bisnis
- Teknologi Informasi Logistik
- Pengantar Ekonomi Makro dan Mikro
Semester 2
- Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)
- Ekonomi Logistik
- Hukum dan Regulasi Logistik
- Manajemen Transportasi
- Sistem Informasi Logistik
- Bahasa Inggris
Semester 3
- Manajemen Pergudangan (Warehouse Management)
- Perencanaan dan Pengendalian Persediaan
- Logistik Global dan Perdagangan Internasional
- Manajemen Risiko dalam Logistik
- Analisis Data untuk Logistik
- Negosiasi dan Hubungan dengan Vendor
Semester 4
- E-Logistics dan Digital Supply Chain
- Manajemen Transportasi Multimoda
- Strategi Distribusi dan Fulfillment
- Audit dan Evaluasi Kinerja Logistik
- Perancangan Sistem Logistik
- Simulasi dan Optimasi Rantai Pasok
Semester 5
- Manajemen Operasional dalam Logistik
- Green Logistics dan Sustainability
- Big Data dalam Manajemen Logistik
- Perencanaan Keuangan dalam Logistik
- Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dalam Logistik
- Magang
Semester 6
- Manajemen Kualitas dalam Logistik
- Strategi Inovasi dalam Rantai Pasok
- Logistik untuk E-Commerce dan Startups
- Pemodelan dan Simulasi Logistik
- Etika dan Kepemimpinan dalam Bisnis Logistik
- Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Semester 7
- Manajemen Proyek Logistik
- Tren dan Isu Global dalam Logistik
- Pengembangan Startup di Bidang Logistik
- Metode Penelitian dalam Manajemen Logistik
- Seminar Proposal Skripsi
Semester 8
- Skripsi atau Tugas Akhir
Baca Juga: Cek Perbedaan Jurusan Manajemen & Manajemen Bisnis Lengkap!
Prospek dan Gaji Lulusan Manajemen Logistik
Sumber: Freepik
Lulusan Manajemen Logistik punya peluang kerja luas di berbagai industri, dari e-commerce hingga perusahaan multinasional. Seiring berkembangnya digitalisasi dan globalisasi, kebutuhan tenaga profesional di bidang logistik terus meningkat.
Berikut beberapa rekomendasi karier yang bisa ditekuni sebagai lulusan Manajemen Logistik, serta penjelasan seputar skill yang dibutuhkan, gaji rata-rata, dan tugas utamanya.
1. Supply Chain Analyst
Sebagai Supply Chain Analyst, kamu bertugas dalam menganalisis dan mengoptimalkan rantai pasok perusahaan agar lebih efisien dan hemat biaya.
Intinya, Supply Chain Analyst punya tanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi seluruh data terkait rantai pasokan. Mulai dari data permintaan pelanggan, produksi, persediaan, hingga pengiriman.
Menurut Bureau of Labor Statistics, perkembangan profesi Supply Chain Analyst meningkat sebanyak 19 persen selama 2023 hingga 2033.
Buat yang tertarik dengan posisi ini, kamu butuh keterampilan analisis data, pemahaman sistem logistik global, serta penggunaan software seperti SAP dan Oracle.
Sementara, gaji seorang Supply Chain Analyst di Indonesia berkisar antara Rp7.000.000 - Rp11.000.000, tergantung pengalaman dan skala perusahaan dengan tugas berikut ini.
- Menganalisis dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.
- Menggunakan software logistik untuk pemantauan distribusi barang.
- Menyusun laporan performa logistik berbasis data.
- Berkoordinasi dengan tim operasional untuk perbaikan strategi distribusi.
- Mengidentifikasi dan mengatasi kendala dalam sistem supply chain.
2. Warehouse Manager
Prospek karier berikutnya yang nggak kalah menarik adalah Warehouse Manager. Profesional di bidang ini punya tanggung jawab penuh atas operasional gudang, termasuk pengelolaan inventaris, distribusi barang, dan efisiensi penyimpanan.
Untuk bisa sukses sebagai Warehouse Manager, kamu harus menguasai keterampilan manajemen, pemahaman sistem pergudangan modern, serta penguasaan teknologi barcode scanner dan ERP.
Gaji seorang Warehouse Manager pun tergolong fantastis. Kamu bisa mengantongi pendapatan rata-rata Rp10.000.000 - Rp22.000.000 per bulan.
Tertarik dengan profesi ini? Berikut beberapa peran yang harus kamu jalankan.
- Mengawasi operasional gudang dan manajemen inventaris.
- Memastikan keamanan dan kualitas barang selama penyimpanan.
- Mengoptimalkan sistem distribusi agar lebih cepat dan efisien.
- Mengelola tim gudang dan memastikan target operasional tercapai.
- Menggunakan sistem manajemen gudang (WMS) untuk pencatatan stok.
3. Freight Forwarder
Nggak sedikit yang masih asing dengan profesi Freight Forwarder. Para profesional di bidang ini punya tugas besar dalam mengelola proses pengiriman barang, termasuk pemilihan transportasi dan penyelesaian dokumen bea cukai.
Selain paham soal logistik nasional, Freight Forwarder juga harus memahami regulasi logistik internasional. Bukan hanya itu, posisi ini juga membutuhkan keterampilan negosiasi dan manajemen waktu yang baik.
Profesi ini membutuhkan keterampilan negosiasi, pemahaman regulasi logistik internasional, serta kemampuan manajemen waktu yang baik.
Di Indonesia, rata-rata gaji Freight Forwarder berkisar Rp6.000.000 - Rp7.000.000. Angka ini bisa bertambah seiring dengan meningkatnya pengalaman kerja yang kamu miliki.
Mau tahu lebih jauh soal tugas dari Freight Forwarder? Berikut beberapa di antaranya.
- Menentukan metode pengiriman paling efisien (darat, laut, atau udara).
- Mengurus dokumen ekspor-impor dan kepabeanan.
- Berkoordinasi dengan perusahaan logistik dan ekspedisi.
- Memastikan barang dikirim sesuai jadwal dan dalam kondisi aman.
- Melacak pengiriman dan menangani kendala dalam proses distribusi.
4. Logistic Coordinator
Sebagai Logistic Coordinator, kamu bertanggung jawab untuk memastikan setiap tahap pengiriman barang berjalan lancar. Mulai dari gudang hingga sampai dengan selamat ke tangan pelanggan.
Proses pengiriman barang perlu kerja sama dengan berbagai pihak dan nggak semudah yang dibayangkan. Logistic Coordinator harus berhadapan dengan ribuan paket tiap harinya.
Makanya, profesi ini memerlukan keterampilan organisasi, koordinasi, serta penggunaan sistem manajemen logistik.
Gaji seorang Logistic Coordinator rata-rata Rp5.000.000 - Rp12.000.000 per bulan dengan tugasnya mencakup beberapa hal di bawah ini:
- Mengawasi dan mengatur jadwal pengiriman barang.
- Berkoordinasi dengan pemasok, distributor, dan tim transportasi.
- Menyelesaikan kendala operasional dalam rantai distribusi.
- Mengelola pengadaan barang berdasarkan permintaan pasar.
- Menggunakan software logistik untuk pelacakan pengiriman real-time.
5. Procurement Specialist
Rekomendasi karier terakhir yang bisa kamu tempuh sebagai lulusan Manajemen Logistik adalah Procurement Specialist.
Peran Procurement Specialist meliputi pengadaan barang dan jasa, memastikan perusahaan mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga terbaik.
Oleh karena itu, seorang Procurement Specialist butuh keterampilan negosiasi yang mumpuni. Mereka juga harus menguasai skill analisis pasar serta pemahaman proses pengadaan dan kontrak bisnis.
Gajinya? Nggak kalah menggiurkan! Seorang Procurement Specialist umumnya mengantongi gaji Rp7.000.000 - Rp16.000.000 setiap bulan.
Sementara, tugas utama Procurement Specialist mencakup beberapa aspek di bawah ini.
- Melakukan negosiasi dengan pemasok dan vendor.
- Menyusun strategi pembelian untuk efisiensi biaya.
- Memantau kualitas barang dan kepatuhan terhadap standar pengadaan.
- Memastikan ketepatan waktu pengiriman barang yang dibutuhkan perusahaan.
- Menganalisis tren pasar untuk mendapatkan pemasok terbaik.
Pengetahuan dan Skill yang Didapatkan Jurusan Manajemen Logistik
Jurusan Manajemen Logistik membekali para mahasiswanya dengan berbagai keterampilan teknis dan nonteknis yang sangat dibutuhkan dalam industri logistik.
Lantas, apa saja hard skills dan soft skills yang akan dikuasai mahasiswa Manajemen Logistik? Ini dia penjelasannya!
Hard Skills yang Didapat Jurusan Manajemen Logistik
Hard skills mencakup keahlian teknis yang berfokus pada pemahaman operasional dan manajemen logistik.
- Supply Chain Management – Mahasiswa akan belajar cara mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi barang.
- Inventory Management – Menguasai teknik pengelolaan stok barang agar operasional tetap efisien tanpa overstock atau kekurangan persediaan.
- Data Analytics & Forecasting – Memahami cara menganalisis data dan membuat prediksi permintaan pasar untuk perencanaan logistik yang lebih akurat.
- Sistem Manajemen Logistik (ERP & WMS) – Mahasiswa akan belajar menggunakan software seperti Enterprise Resource Planning (ERP) dan Warehouse Management System (WMS) untuk mengoptimalkan operasional logistik.
- Manajemen Transportasi – Mempelajari strategi pemilihan moda transportasi terbaik untuk memastikan efisiensi biaya dan waktu pengiriman barang.
- Pengelolaan Ekspor & Impor – Mengetahui prosedur bea cukai, regulasi perdagangan internasional, serta dokumentasi ekspor-impor.
- Teknologi Logistik & Otomatisasi – Memahami pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem logistik modern.
Soft Skills yang Didapat Jurusan Manajemen Logistik
Selain keterampilan teknis, ada beberapa kemampuan nonteknis yang harus dikuasai mahasiswa Manajemen Logistik untuk mendukung efektivitas kerja dalam dunia logistik.
- Problem-Solving – Kemampuan mengatasi kendala dalam distribusi barang, manajemen gudang, atau keterlambatan pengiriman.
- Komunikasi & Negosiasi – Diperlukan saat berkoordinasi dengan pemasok, klien, dan tim operasional agar proses logistik berjalan lancar.
- Time Management – Mengelola jadwal pengiriman, stok barang, dan operasional logistik secara efisien agar tidak terjadi keterlambatan.
- Detail-Oriented – Kemampuan untuk memastikan setiap proses dalam rantai pasok berjalan sesuai standar tanpa kesalahan yang bisa berdampak besar.
- Multitasking – Mengelola berbagai tugas sekaligus, seperti mengatur jadwal pengiriman sambil mengawasi stok barang di gudang.
- Leadership & Teamwork – Diperlukan dalam mengelola tim logistik dan memastikan semua bagian bekerja sesuai target.
- Adaptasi Teknologi – Mengikuti perkembangan teknologi logistik, seperti penggunaan software baru atau sistem otomatisasi dalam industri.
Gelar Lulusan Manajemen Logistik
Setelah menyelesaikan studi di jurusan Manajemen Logistik, mahasiswa akan mendapatkan gelar akademik yang menandakan keahlian mereka dalam bidang ini.
Seperti program sarjana lainnya, S1 Manajemen Logistik harus dijalani sekitar 4 tahun atau 8 semester.
Sementara, gelar yang diperoleh antarkampus bisa saja berbeda tergantung fakultas yang menaungi jurusan ini.
Kamu bisa mendapat gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) kalau jurusan Manajemen Logistik ada di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Lulusannya juga bisa mengantongi gelar Sarjana Manajemen (S.M.) apabila programnya lebih fokus pada manajemen bisnis dan supply chain.
Kalau programnya ada di ranah teknik industri atau sistem informasi, lulusannya akan memperoleh gelar Sarjana Teknik (S.T.).
Dengan gelar ini, lulusan Manajemen Logistik bisa langsung memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, seperti Magister Manajemen Logistik (M.M.Log) atau Magister Teknik Industri (M.T.).
Apakah Jurusan Manajemen Logistik Sulit?
Setiap jurusan pasti punya tantangannya sendiri, termasuk Manajemen Logistik. Tapi, apakah jurusan ini benar-benar sulit? Jawabannya tergantung pada minat dan kemampuan masing-masing.
Sebelum memutuskan masuk jurusan ini, ada beberapa tantangan yang harus kamu pertimbangkan. Misalnya, beberapa kuliah seperti Statistika Bisnis, Manajemen Operasional, dan Supply Chain Analytics membutuhkan pemahaman angka dan analisis data.
Nggak jarang juga mahasiswa jurusan Manajemen Logistik dituntut untuk paham soal teknologi karena industri logistik yang saat ini sudah beralih ke sistem digital.
Namun, bukan berarti tantangan tersebut jadi alasan kamu buat berhenti melirik jurusan ini. Soalnya, Manajemen Logistik bisa menjadi jurusan yang menarik buat kamu yang suka berpikir strategis.
Selain itu, Manajemen Logistik juga menjadi tempat yang tepat kalau kamu tertarik dengan bisnis global, ekspor-impor, atau e-commerce untuk mengembangkan karier di bidang internasional.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Jurusan untuk Menjadi CEO dan Prospeknya
Gapai Jurusan Impian Bersama Cakrawala University!
Itulah penjelasan mengenai jurusan Manajemen Logistik. Sekarang, kamu pasti jadi lebih tahu kenapa program studi ini patut dipertimbangkan demi karier yang cerah.
Selain memilih jurusan yang tepat, kamu juga harus mempertimbangkan kampus yang kamu tuju. Kabar baiknya, Cakrawala University hadir untuk membantu mengembangkan karier sesuai dengan minatmu.
Di sini, kamu akan mendalami beragam mata kuliah dengan kurikulum berbasis industri dan kesempatan belajar langsung dengan dosen praktisi.
Selain itu, ada Program 1 Tahun Fokus untuk menguasai teori selama 3 tahun, dilanjutkan dengan 1 tahun mengikuti magang atau proyek bersama perusahaan mitra.
Kamu juga nggak perlu khawatir soal peluang setelah lulus karena Cakrawala University punya Program Penyaluran Kerja yang terjalin dengan 840+ mitra.
Jangan lewatin kesempatan ini! Yuk, jadi bagian Cakrawala University. Kamu juga bisa lakukan konsultasi di sini.
Referensi
- Ada Kabar Baik! Industri Logistik RI Diramal Tumbuh 12,53% Tahun 2025 [Buka]
- Salary: Supply Chain Analyst in Jakarta, Indonesia 2025 [Buka]
- Logisticians [Buka]
- Salary: Warehouse Manager in Indonesia 2025 [Buka]
- Salary: Freight Forwarding in Jakarta, Indonesia 2025 [Buka]
- Salary: Logistics Coordinator in Indonesia 2025 [Buka]
- Salary: Procurement Specialist in Jakarta, Indonesia 2025 [Buka]