Kalau baru mulai belajar coding, kamu mungkin bakal sering ketemu istilah seperti variable, function, bug, API, atau Git dan bingung itu maksudnya apa.
Tenang, kamu nggak harus langsung paham semuanya sekaligus.
Biar belajarnya lebih gampang, yuk kenalan dulu sama istilah-istilah programming yang paling sering dipakai dan pahami fungsinya satu per satu!
Key Takeaways
- Istilah programming mencakup banyak konsep penting, mulai dari variable, function, algorithm, debugging, API, database, sampai Git yang sering dipakai dalam proses pengembangan software.
- Kamu nggak perlu menghafal semuanya sekaligus. Istilah-istilah programming akan lebih mudah dipahami kalau dipelajari sambil praktik lewat coding, project kecil, dan penggunaan tools seperti VS Code atau GitHub.
- Kalau kamu ingin mendalami programming saat kuliah, Cakrawala University punya beberapa pilihan jurusan bidang IT dengan pembelajaran berbasis project, magang sejak semester awal, serta dukungan karier melalui 1.000+ mitra perusahaan
Apa Saja Istilah-Istilah dalam Programming?
Istilah dalam programming mencakup banyak konsep dasar seperti variable, function, algorithm, debugging, API, database, sampai Git.
Istilah-istilah ini bakal sering kamu temui saat mulai belajar coding, jadi yuk pahami satu per satu biar nggak bingung waktu praktik nanti!
1. Source Code
Source code adalah kumpulan kode yang ditulis programmer untuk membuat program, website, atau aplikasi.
Kode ini ditulis menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, Java, JavaScript, atau C++.
Biasanya source code dibuat dan diedit lewat code editor seperti Visual Studio Code (VS Code) sebelum akhirnya dijalankan oleh komputer.
2. Syntax
Syntax adalah aturan penulisan dalam sebuah bahasa pemrograman.
Mirip seperti grammar dalam bahasa, setiap bahasa pemrograman punya aturan yang berbeda, misalnya penggunaan tanda kurung, titik koma, atau indentasi.
Di Python, salah indentasi saja bahkan bisa membuat program gagal dijalankan.
3. Variable
Variable adalah tempat untuk menyimpan sebuah nilai yang nantinya bisa digunakan kembali dalam program.
Misalnya, kamu bisa menyimpan nama pengguna, umur, atau harga produk ke dalam variable.
Di bahasa seperti Python atau JavaScript, nilai variable juga bisa berubah selama program berjalan.
4. Data Type
Data type menunjukkan jenis data yang sedang dipakai oleh sebuah program.
Contohnya ada integer untuk angka bulat, float untuk angka desimal, string untuk teks, dan boolean untuk nilai benar atau salah.
Memahami tipe data penting supaya program tahu bagaimana sebuah informasi harus diproses.
5. Operator
Operator adalah simbol yang digunakan untuk melakukan operasi pada data.
Ada operator matematika seperti + dan -, operator perbandingan seperti ==, sampai operator logika seperti AND atau OR.
Di bahasa seperti JavaScript, Java, dan Python, operator sering digunakan dalam perhitungan maupun conditional statement.
Cek juga:
- 8 Jurusan IT dengan Prospek Kerja dan Gaji Menjanjikan!
- 12 Jurusan yang Mempelajari Coding, Prospek & Gajinya Tinggi!
6. String
String adalah tipe data yang berisi teks atau kumpulan karakter.
Misalnya nama "Cakrawala" atau kalimat "Hello World" biasanya disimpan sebagai string.
Kamu akan sering menggunakannya saat membuat form, menampilkan pesan, atau mengolah data teks dalam aplikasi.
7. Boolean
Boolean adalah tipe data yang hanya punya dua kemungkinan nilai, yaitu true atau false.
Sederhananya, boolean digunakan saat program harus menentukan apakah suatu kondisi terpenuhi atau tidak.
Contohnya, aplikasi bisa mengecek apakah pengguna sudah login sebelum memberikan akses ke halaman tertentu.
8. Array
Array digunakan untuk menyimpan banyak nilai dalam satu tempat.
Misalnya, daripada membuat lima variable untuk menyimpan lima nama mahasiswa, kamu bisa memasukkannya ke dalam satu array.
Konsep ini sering digunakan dalam JavaScript, Java, dan berbagai bahasa pemrograman lainnya saat mengelola kumpulan data.
9. Algoritma
Algorithm atau algoritma adalah urutan langkah yang dibuat untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Contohnya, aplikasi navigasi seperti Google Maps menggunakan algoritma untuk membantu menentukan rute perjalanan.
Dalam programming, algoritma membantu programmer menyusun solusi sebelum mulai menuliskan kode.
10. Pseudocode
Pseudocode adalah cara menuliskan logika program menggunakan bahasa sederhana tanpa harus mengikuti syntax bahasa pemrograman tertentu.
Biasanya pseudocode dibuat sebelum mulai coding supaya alur program lebih mudah dipahami.
Jadi, kamu bisa fokus memikirkan solusi dulu sebelum menerjemahkannya ke Python, Java, atau bahasa lainnya.
Cek juga:
- 16 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
- S1 Information System Cakrawala University
11. Conditional
Conditional digunakan ketika program harus mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu.
Bentuk yang paling sering ditemui adalah if, else, dan switch.
Misalnya, aplikasi e-commerce bisa menampilkan gratis ongkir hanya jika nilai belanja pengguna sudah memenuhi jumlah tertentu.
12. Loop
Loop adalah perintah untuk menjalankan kode secara berulang tanpa perlu menulis instruksi yang sama berkali-kali.
Kamu mungkin akan bertemu dengan for, while, atau do while.
Misalnya, loop bisa digunakan untuk menampilkan seluruh produk yang tersimpan di dalam sebuah database.
13. Function
Function adalah kumpulan kode yang dibuat untuk menjalankan tugas tertentu dan bisa digunakan berulang kali.
Misalnya, kamu bisa membuat function untuk menghitung total harga atau memvalidasi password.
Konsep function hampir selalu ditemukan dalam bahasa seperti Python, JavaScript, Java, dan C++.
14. Parameter
Parameter adalah variable yang ditentukan ketika sebuah function dibuat agar function tersebut bisa menerima input.
Misalnya, function hitungDiskon(harga) memiliki harga sebagai parameter. Dengan parameter, satu function bisa digunakan untuk memproses banyak data yang berbeda.
15. Argument
Argument adalah nilai nyata yang diberikan ketika sebuah function dipanggil.
Kalau function memiliki parameter harga, kamu bisa memasukkan angka 100000 sebagai argument-nya.
Parameter dan argument memang mirip, tapi sederhananya parameter ada saat function dibuat, sedangkan argument diberikan saat function digunakan.
16. Object
Dalam Object-Oriented Programming (OOP), object adalah representasi suatu benda atau entitas di dalam program.
Misalnya, aplikasi e-commerce bisa punya object Produk yang berisi nama, harga, dan stok. Konsep object banyak digunakan dalam bahasa seperti Java, Python, dan C++.
Cek juga:
17. Class
Class bisa dianggap sebagai cetakan atau blueprint untuk membuat object. Kalau Mobil adalah class, maka Toyota dan Honda bisa menjadi object yang dibuat dari class tersebut.
Di dalam class biasanya terdapat data dan function yang menjelaskan karakteristik serta kemampuan object.
18. Method
Method adalah function yang berada di dalam sebuah class atau object.
Misalnya, class Mobil bisa memiliki method nyalakanMesin() atau hitungKecepatan().
Konsep ini sering kamu temui ketika belajar Java, Python, maupun bahasa pemrograman berbasis OOP lainnya.
19. Inheritance
Inheritance memungkinkan sebuah class mewarisi karakteristik atau method dari class lain.
Contohnya, class MobilListrik bisa mewarisi property dari class Mobil tanpa harus menuliskan semuanya dari awal.
Konsep ini membuat source code lebih terstruktur dan mengurangi penulisan kode yang berulang.
20. Bug
Bug adalah masalah dalam program yang membuat hasilnya tidak bekerja sesuai harapan.
Misalnya, tombol checkout bisa ditekan tetapi total belanja yang muncul malah salah. Bug bisa berasal dari kesalahan logika, data, atau kode yang ditulis programmer.
21. Debugging
Debugging adalah proses mencari penyebab bug lalu memperbaikinya.
Programmer biasanya memeriksa kode, menjalankan program langkah demi langkah, atau menggunakan tools seperti Chrome DevTools dan debugger di Visual Studio Code.
Jadi, menemukan error sebenarnya bagian yang sangat normal dari proses coding.
22. Error
Error adalah kesalahan yang membuat program tidak bisa berjalan atau menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai.
Contohnya bisa berupa syntax error, runtime error, atau logical error. Pesan error biasanya memberi petunjuk bagian kode mana yang perlu diperiksa oleh programmer.
23. Exception
Exception adalah kondisi tidak normal yang muncul saat program sedang berjalan.
Misalnya, program mencoba membuka file yang ternyata tidak tersedia atau pengguna memasukkan data dalam format yang salah.
Bahasa seperti Java dan Python menyediakan mekanisme seperti try dan catch atau except untuk menangani kondisi tersebut.
24. Compiler
Compiler adalah software yang menerjemahkan source code menjadi bentuk yang bisa dipahami komputer.
Bahasa seperti C dan C++ biasanya menggunakan compiler sebelum program bisa dijalankan. Salah satu compiler yang cukup dikenal adalah GCC (GNU Compiler Collection).
25. Interpreter
Interpreter menjalankan kode dengan membaca instruksi program secara langsung.
Python adalah salah satu bahasa yang umumnya dijalankan melalui interpreter.
Karena itu, kamu bisa menjalankan kode Python tanpa harus melalui proses compilation seperti pada beberapa bahasa lain.
Cek juga:
- 12 Kampus dengan Jurusan AI di Indonesia, Cek Pilihan Terbaik!
- S1 Artificial Intelligence Cakrawala University
26. Runtime
Runtime adalah environment tempat sebuah program dijalankan.
Contohnya, Java menggunakan Java Runtime Environment (JRE), sementara JavaScript bisa dijalankan di luar browser menggunakan Node.js.
Runtime menyediakan berbagai komponen yang dibutuhkan agar kode bisa bekerja saat program sedang aktif.
27. IDE
IDE (Integrated Development Environment) adalah aplikasi yang menyediakan berbagai tools untuk menulis dan mengembangkan program dalam satu tempat.
Biasanya tersedia code editor, debugger, terminal, sampai fitur autocomplete.
Contoh IDE yang populer adalah IntelliJ IDEA, PyCharm, Visual Studio, sedangkan VS Code lebih tepat disebut code editor yang bisa diperluas lewat extensions.
28. Library
Library adalah kumpulan kode siap pakai yang dibuat untuk membantu programmer menjalankan fungsi tertentu.
Misalnya, Python punya Pandas untuk pengolahan data dan NumPy untuk komputasi numerik. Dengan library, kamu nggak perlu membuat semua fungsi dari nol.
29. Framework
Framework adalah kerangka kerja yang menyediakan struktur untuk membangun sebuah aplikasi.
Contohnya ada Django untuk Python, Laravel untuk PHP, dan Spring Boot untuk Java.
Berbeda dengan library, framework biasanya ikut menentukan pola dan struktur pengembangan aplikasinya.
30. API
API (Application Programming Interface) memungkinkan dua aplikasi atau sistem saling bertukar data dan fungsi.
Misalnya, aplikasi bisa menggunakan Google Maps API untuk menampilkan peta tanpa membuat teknologi pemetaan sendiri.
Banyak aplikasi modern juga menggunakan REST API untuk menghubungkan frontend, backend, dan layanan eksternal.
Cek juga:
31. Database
Database adalah tempat menyimpan dan mengelola data secara terstruktur.
Contohnya, aplikasi e-commerce perlu database untuk menyimpan akun pengguna, produk, transaksi, dan stok barang.
Beberapa teknologi database yang sering digunakan adalah MySQL, PostgreSQL, MongoDB, dan Microsoft SQL Server.
32. Query
Query adalah perintah yang digunakan untuk mengambil atau mengubah data di dalam database.
Dalam SQL, kamu akan sering menemukan perintah seperti SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE.
Misalnya, query bisa digunakan untuk mencari semua pelanggan yang melakukan transaksi dalam satu bulan terakhir.
33. Version Control
Version control adalah sistem yang mencatat perubahan source code selama proses pengembangan software.
Dengan sistem ini, developer bisa melihat versi lama, membandingkan perubahan, atau mengembalikan kode kalau ada masalah.
Version control juga penting ketika banyak programmer mengerjakan satu project secara bersamaan.
34. GIT
Git adalah salah satu version control system yang paling banyak digunakan dalam software development.
Developer menggunakannya untuk mencatat perubahan kode melalui proses seperti commit, branch, pull, dan merge.
Git juga sering dipakai bersama platform seperti GitHub, GitLab, atau Bitbucket untuk kolaborasi project.
35. Repository
Repository atau sering disebut repo adalah tempat penyimpanan project beserta source code dan riwayat perubahannya.
Repository bisa disimpan secara lokal di komputer atau secara online menggunakan platform seperti GitHub dan GitLab.
Di dalamnya biasanya terdapat file kode, dokumentasi, konfigurasi, sampai catatan perubahan project.
FAQ
1. Apakah harus memahami semua istilah programming sebelum mulai coding?
Nggak perlu. Justru istilah-istilah ini akan lebih mudah dipahami kalau kamu sambil praktik. Mulai dari konsep dasar dulu, lalu kenali istilah baru saat kamu menemukannya di tutorial, dokumentasi, atau project coding.
2. Apa perbedaan Git dan GitHub?
Git adalah version control system untuk mencatat perubahan pada source code. Sementara GitHub adalah platform online yang menggunakan Git untuk menyimpan repository, berkolaborasi dengan developer lain, dan mengelola project software.
3. Apa istilah programming yang paling penting dipahami pemula?
Untuk awal, fokus dulu ke istilah seperti variable, data type, function, conditional, loop, algorithm, dan debugging. Setelah itu, baru lanjut ke konsep seperti object-oriented programming, database, API, dan Git.
Tertarik Belajar Programming? Eksplor Pilihan Jurusannya di Cakrawala University
Setelah kenal berbagai istilah programming tadi, mungkin kamu mulai kebayang serunya belajar bagaimana aplikasi, AI, data, dan berbagai teknologi digital dibuat.
Kalau ingin mendalaminya saat kuliah, programming juga bisa kamu temukan di beberapa jurusan dengan fokus yang berbeda-beda.
Di Cakrawala University, kamu bisa mengeksplor beberapa pilihan jurusan di bidang teknologi, seperti Ilmu Komputer, Artificial Intelligence, Data Science, dan Sistem Informasi.
Di sini, pembelajarannya juga dirancang supaya mahasiswa nggak berhenti di teori. Kamu akan lebih banyak mengenal penerapan teknologi lewat:
- Project-Based Learning: mengerjakan real-case project untuk melatih problem solving sekaligus membangun portfolio.
- Magang Sejak Semester Awal: mulai mengenal dunia kerja dan membangun pengalaman industri lebih dini.
- Kurikulum Berbasis Industri: materi pembelajaran disesuaikan dengan skill yang digunakan di dunia profesional.
- Dosen Praktisi: belajar dari pengajar yang punya pengalaman langsung di industri.
- Program Penyaluran Kerja: mendapat dukungan pengembangan karier melalui jaringan 1.000+ mitra perusahaan Cakrawala University.
Masih bingung menentukan jurusan teknologi yang paling cocok? Yuk, daftar atau konsultasi gratis bareng tim Cakrawala University dan cari tahu pilihan yang paling sesuai dengan minat serta rencana kariermu.